Toko Jamu Babah Kuya!

Posted: Oktober 1, 2011 in adventure, KLINIK CINTA

babah kuya

“senyuman manisnya.. itu lah yang selalu menjadikan bahan bakar saya untuk selalu bersyukur kepada tuhan karena dari senyuman itu selalu saya jadikan semangat untuk menjalani hari”

Pada sabtu ini seperti para lajang lasut lainnya yang sudah-sudah, saya baru bangun dari  tidur pada  jam 11 siang, memang akhir-akhir ini entah mengapa sulit bagi saya untuk tidak  tidur setelah sholat subuh. Rasanya seperti ada yang hilang dan saya lupa membuat laporan kehilangan kepada polisi setempat.  Berbeda ketika jaman-jamannya saya masih memiliki kekasih,  saya masih ingat ketika  sebelum adzan subuh pun saya sudah bangun secara otomatis, (hebatnya saya pada waktu  meskipun tidur larut malam pasti selalu terbangun sebelum adzan hehe) ya..  apalagi selain buat kirim sms kepada kekasih saya dengan isi  “ pagii sayang ayo, bangun sayang..  solat subuh udah itu mandi J love u” dan dilanjutkan “jangan lupa sarapan ya”, begitupun sebaliknya tidak jarang juga kekasih saya yang mengirimkan sms dengan format seperti itu, ya meskipun ini hal sepele tetapi sangat berarti bagi pasangan, karena akan menunjukan perhatian kita kepada pasangan. Sesudah itu tak lupa saya selalu menyempatkan waktu untuk menjemput kekasih saya yang kebetulan kuliah pagi, sampai heran ibu saya ketika waktu itu jam 6 pagi saya sudah rapih dan wangi. Dan tepat pukul 6:30 saya pun berangkat menuju suatu daerah di bandung timur.. gas poll..  berkat mesin 150 cc 2tak dengan open KIPS saya hanya membutuhkan waktu 30 menit agar sampai di depan rumahnya (keselamatan diri saya nomer 10 kan yang penting sampai tepat waktu hahaha). Dan jreng kekasih saya sudah menunggu di depan pagar rumahnya dan menyambut saya dengan senyuman manisnya.. itu lah yang selalu menjadikan bahan bakar saya untuk selalu bersyukur kepada tuhan karena dari senyuman itu selalu saya jadikan semangat untuk menjalani hari. Kadang saya merindukan aktifitas seperti itu, tapi hidup harus terus berjalan tentunya hehehe…

Kali ini saya akan membahas petualangan kecil saya hari ini bersama teman saya bibay, pada pukul 11:30 saya membuka HP saya dan astaga sudah ada 4 sms masuk dan 2 kali panggilan tak terjawab.. namun tak satupun dari sms dan panggilan itu berasal dari nomer seorang wanita lasuttttt.. coba tebak ya semuanya dari bibay teman baik saya from panjalu. Dia menanyakan kalo hari ini jadi kumpul atau tidak dengan anak-anak di rumah saya dan siang itu dia berencana maen ke rumah saya. Singkatnya setelah bibay sampai rumah saya dan menjarkom anak-anak alhasil sampai jam set 2 tak satupun yang membalasnya.. “keur sibuk bobogohan mereun da biasa kitu lamun susis mah (lagi sibuk pacaran kali, biasa gitu kalo SUSIS mah)” celetuk ku pada bibay. Yo wis bibay pun memintaku untuk mengantarnya membeli sparepart motor di daerah pungkur bandung, ya sudah sekalian juga saya mau ke pasar baru ke tempatnya babah kuya. Memang kmaren ayah saya menyuruh untuk membeli biji mahoni di babah kuya, buat obat katanya…

Dengan menggunakan motor saya, kemudian kami langsung berangkat. tujuan pertama  adalah babah kuya di pasar baru. Dan kami lewat gatsu.. dan langsung terjebak kemacetan yang mendera akibat banyak yang hendak berwisata ke trans studio. Melalui jalan asia afrika yang cukup lancar, dan kembali macet ketika memasuki daerah pasar baru. Saya langsung masuk ke jalan pasar  utara Akhirnya setelah berjuang dengan susah payah mencari tempat parkir  saya memarkirkan motor saya. Kemudian berjalan kaki sebentar dan AHA! Tibalah saya di tempat babah kuya.. dari litelatur yang saya baca di internet babah kuya merupakan tempat menjual berbagai macam obat-obat tradisional yang sudah ada semenjak tahun 1800 wow bener-bener dari jaman belanda.. dan sekarang merupakan generasi ke-empat.

 toko ini kerap di kunjungi oleh wisatawan mancanegara, dan bahkan prof. pengobatan dari cina merekomendasikan tempat ini, karena disini menjual hampir seluruh obat dan rempah-rempah tradisional Indonesia, saya pun kaget ternyata pemik toko yang sekarang merupakan lulusan ITB dan sudah berusia 79 tahun, (hampir seumuran dengan pak otje salman – guru besar FH unpad) dan beliau masih segar bugar saja di usia senjanya .  ketika saya masuk ke dalam toko itu saya berasa ada di jaman baheula auranya terasa beda, arsitektur toko yang masih dibiarkan sama seperti aslinya membuat suasana bandung tempo doloe hadir di sini. Di dalamnya banyak di jumpai aneka macam tong-tong berisi aneka obat dan rempah-rempah tradisional dalam bentuk kering dan di dingding terpajang hiasan kura-kura mungkin karena inilah mereka menyebutnya babah kuya. Sayangnya di sana tidak menjual ganja kering, padahal setau saya ganja sering menjadi salah satu bumbu di dalam masakan, ya apa boleh buat pemerintah kita pun melarangnya padahal jika di legalkan bisa menjadi penerimaan negara yang cukup besar karena ganja buatan Indonesia terkenal akan mutunya yang baik. Well,  Akhirnya saya pun mendatangi koko pemilik toko tersebut dan memesan biji mahoni, karena 100 gramnya berharga 5 ribu rupiah saya putuskan untuk membeli 200 gram saja karena pikiran saya pada waktu itu jauh-jauh datang ke pasar baru hanya beli 100 gram tidak sebanding dengan perjuangan yang saya tempuh hehehe. Memang kadang kita harus menghargai alam, karena alam selalu memberikan yang terbaik baik kita obat-obatan yang alami yang mungkin harganya tidak seberapa dapat mengalahkan khasiat obat-obatan kimiawi buatan manusia, memang tuhan menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini tidak ada yang sia-sia. Asalkan kita sebagai manusia mau mempelajari dan mengolahnya dengan baik.

“Memang kadang kita harus menghargai alam, karena alam selalu memberikan yang terbaik baik kita obat-obatan yang alami yang mungkin harganya tidak seberapa dapat mengalahkan khasiat obat-obatan kimiawi buatan manusia, memang tuhan menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini tidak ada yang sia-sia. Asalkan kita sebagai manusia mau mempelajari dan mengolahnya dengan baik”

Setelah mendapatkan barang yang dimau akhirnya dengan hati puas saya pun menuju tempat parkir dan melanjutkan ke tujuan selanjutnya ke daerah jalan pungkur, di jalan saya melihat begitu banyak pasangan muda mudi anak SMA terutama yang berpasangan dan memeluk erat kekasihnya di atas motor, ya apa boleh buat karena saya membonceng bibay yang seorang pria normal dan saya tidak bisa memaksanya untuk memeluk pinggang saya hahaha..  sesampainya di daerah pungkur dan mendapatkan barang yang di inginkan.. kami pun memutuskan langsung pulang ke rumah saya, ya alasannya sederhana pertama kami adalah 2 orang pria kesepian dan tidak  mungkin juga kita nonton bareng di BIP entar di sangka MAHO dan mengundang fitnah, yang kedua kami gerah melihat pasangan yang berboncengan di jalan karena membuat iri hati kami, ya dari pada iri dan iri merupakan salah satu penyakit hati yang harus dihindari mending pulang aj ke rumah.. tancappppppp!!!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s