Bu tatang yuk akh ! [part 2]

Posted: September 30, 2011 in adventure, KLINIK CINTA

candelight dinner

” kadang makanan lezat  yang di jajakan restoran mewah sekali pun  tidak bisa memuaskan hati  kita  karena  ini bukan soal rasa  atau formalismenya , tetapi  soal sesuatu yang  meskipun  sederhana  akan terasa lebih nikmat jika kita mensyukurinya”

pada part 2 ini saya akan bercerita mengenai berbagai macam kisah saya selama menjadi pelanggan warung nasi bu tatang, banyak kenangan yang di simpan di hardisk saya mengenai bu tatang ini, ya di mulai dari kenangan manis, pahit, asin, asam yang beken di sebut umami.

pertama kali bertandang ke bu tatang  pada awal 2009 saya di ajak oleh sahabat saya bernama pecong dia pula yang menyebar racun bu tatang yang membuat saya ketagihan hingga sekarang, ketika itu kami bertiga saya, pecong, dan iskan  selesai melakukan sholat jumat di masjid sebelah kosan iskan . ya maklum siang itu udara sangat panas dan ibarat kendaraan bensin kami hapir empty.. ya sudah lah dari pada kelaparan mending nyoba aj ke bu tatang pikirku, karena menurut rekomendasi pecong,  masakan bu tatang sangat enak dengan sambalnya yang HOT HOT WOW. yo wiss tak coba..  saya memesan ikan panjang, sop, tahu, tempe, dan segelas es teh anget (aneh kan), seingat saya waktu itu pada kunyahan yang pertama sudah terasa nikmat di mulut apalagi ketika saya mencocol sambal terasinyanya sontak saja jiwa saya terasa lahir kembali hahaha dan peluh keringat pun bercucuran sangat deras kayak maling di kejar-kejar hansip. WOW! kata saya waktu itu.. kemudian saya melanjutkan makan hingga tak ada lagi nasi di piring dan  pada pandangan pertama itu sambalnya tidak saya habiskan karena memang sudah tak tahan lagi, kringat bercucuran, air mata pun mengalir dengan deras. dan 12 lembar tissue yang di sediakan tidak cukup untuk membendung keringat dan air mata saya pada waktu itu. dan pada kesempatan selanjutnya sudah menjadi kebiasaan saya di bu tatang utnuk mengambil tissue paling banyak  (untungnya gratis).  hehehe..

bu tatang pun akhirnya menjadi lokalisasi kegemaran kami untuk selanjutnya untuk bercengkrama satu sama lain, sering kami bersantap siang di sana bersama-sama..  dan sering diantara kami yang saling mentraktir di bu tatang jika sedang mendapatkan kesenangan entah kesenangan apa itu, termasuk saya sendiri..  saya  pernah  mentraktir beberapa orang teman di bu tatang karena saya jadian  dengan sinta, ya tapi apesnya seminggu setelah saya mentraktir teman-teman tersebut saya putus dengan sinta hahhaa kacauu.. kejadian pun berulang ketika saya jadian dengan c optik (bukan nama sebenarnya tapi mendekati), saking bahagianya saya jadian dengan dia.. saya pun mentraktir makan siang sahabat saya di bu tatang, namun tragis ibarat FTV, tak lama setelah itu saya putus dengan optik.  setelah mengalami kejadian tragis sebanyak 2 kali akhirnya saya berirkrar dalam hati ” jika saya jadian  saya tidak akan mentraktir apapun itu bentuknya sebelum hubungannya memasuki bulan ke 6″ hahaha aneh memang di dengarnya tapi itu lah saya dengan segala kesialan yang menerpa.

pernah dulu ketika saya menjalin hubungan hati dengan c optik  (bukan nama sebenarnya tapi mendekati), saya selalu mengajaknya untuk makang siang  ke bu tatang namun hal tersebut selalu gagal karena kesibukan dia dalam kuliah.. , padahal dia penasaran dengan yang namanya bu tatang.  ya apa boleh buat.. sebelum saya berhasil mengajak dia ke bu tatang  hubungan kami keburu karam.  dan  dalam satu kesempatan ketika  kami bertemu dan saya sempat membahas hal tersebut dengan dia..  dan dia menjawab sudah tidak penasaran lagi dengan bu tatang karena sudah pernah  di ajak ke sana oleh salah seatu teman saya (wow..).  Saya pun berkata ” ya seegaknya aku masih punya donk satu tiket buat ngajakin kamu ke bu tatang, meskipun konteksnya berbeda” ahahhaa..  lasutttt….

bu tatang dan dunia asmara saya memiliki ikatan emosional yang kuat.. kerap kali saya mengajak  kecengan saya untuk makan siang disana meskipun tidak semuanya berujung ke jenjang yang lebih serius, serius di sini bukan pernikahan.. karena bagi saya jika seorang wanita mau makan di tempat sederhana seperti bu tatang berarti wanita itu suatu saat jika menjadi istri dia mau menerima saya dengan segala kekurangannya.  maka dari itu jika saya sedang pacaran saya tidak akan mengajak pasangan saya ke tempat makan yang prestise. bukan berarti karena saya pelit (alasan utamanya sih ga punya uang hahhaa) tapi karena saya ingin menularkan kesederhanaan saya pada pasangan.. ya iqbal tuh kayak gini!!

pernah saya suatu ketika pada bulan ramadhan agustus 2011 kmaren teman-teman SMA saya mengajak reunian sembari buka puasa bersama, akhirnya kami sepakat mengadakan buka puasa bersama di suatu cafe di daerah taman pramuka bandung.  mumpung di cafe, saya pun memesan makanan yang cukup mahal di sana.. yaitu steak.. (gengsi donk makan di cafe tapi cuman pesen nasi putih seharga 2500 perak),  msekipun makanan itu terpaksa saya tebus  dengan harga mendekati 40 rebu porsinya pun sedikit sekali hahhaa yo wiss tak apa namanya juga makanan cafe. memang setelah saya icip-icip rasanya memang enak tapi berasa ada yang kurang.. ( kurang porsi). bagi saya masih tetap juara rasanya masakan bu tatang..  hmm dari kejadian ini saya pun berkesimpulan bahwa “kadang makanan lezat  yang di jajakan restoran mewah sekali pun  tidak bisa memuaskan hati  kita  karena  ini bukan soal rasa atau formalisme, tetapi  soal sesuatu terbilang yang meskipun  sederhana   akan terasa lebih nikmat jika kita mensyukurinya” ya pada intinya apapun yang kita dapatkan kita harus bersyukur.. karena dari rasa syukur itu akan timbul kemewahan yang luar biasa!!.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s