rek ka kosan iskan moal…

Posted: September 30, 2011 in adventure

KOS-KOSAN

rek ka kosan iskan moal ? (mau ke kosan iskan ga)” . itulah kata-kata yang sering terlontar di mulut teman-teman saya ketika kami beres melakukan aktivitas sebagai mahasiswa.. ya sebagai mahasiswa pada umumnya dan sebagai manusia pada khususnya tidak seru jika sehabis kuliah kita langsung pulang ke rumah..   biasanya kita kungkow dulu bersama sahabat baik kita sudah menjadi kodrat manusia sebagai makhluk sosial untuk berinteraksi dengan sesamanya. apalagi bagi para lajang-lajang galau yang mungkin jika langsung pulang kuliah akan menjadikan stadium galaunya semakin menjadi-jadi seperti saya ini  hehehe.. mungkin di antara kalian yang berprofesi sebagai mahasiswa memiliki tempat nongkrong favourit. ya entah itu cafe, kantin, minimarket, di bawah pohon, sampai nongkrong di pinggir jalan barengan waria hehehe

sebelum bercuap-cuap lebih jauh saya akan menjelaskan siapa itu iskan.. beliau merupakan salah satu  sahabat baik  saya yang sudah rela hati jauh-jauh datang dari cirebon untuk mengejar cita-cita (soal cita-cita nya apa sayapun masih belum mengerti sebenarnya apa yang dia cita-citakan.. mungkin bercita-cita memiliki istri cantik… mungkin….), beliau satu kampus dengan saya dan  saya mengenal baik beliau semenjak pertama kali kuliah.. bisa di bilang kita cinta lokasi tapi kita masih normal loh.. (menurut saya)

kosan iskan terletak di lokasi yang bisa dibilang cukup terjangkau.. jika di ukur dari kampus  naik motor cuman 7,5 menit, naik kaki cuman 10,5 menit (ini rekor paling cepat untuk saat ini), paling  cepat lagi  sampai ke kosan iskan adalah dengan cara berlari, namun belum pernah ada yang mencobanya karena kontur alamnya yang sedikit menanjak tapi tidak terlalu terjal  tentu saja bikin ngos-ngos-an..  maklum perokok seperti saya ini paling males jika berlari pasti kepayahan.

pertama kali saya menginjakan kaki ke dalam kosannya adalah ketika saya semester 1 ya masih awal-awal kuliah lah.. bagi orang seperti saya pada waktu itu  mengunjungi kos-kosan adalah hal yang istimewa maklum sebagai orang bandung yang tinggal di rumah  mendegar kata kos-kosan timbul pikiran lain di otak saya,  maksudnya pikiran lain ini adalah  kagum hehe. pada awalnya kamar kosan iskan terletak di belakang dan belum banyak yang tahu juga, tapi kemudian iskan memutuskan untuk pindah kamar ke depan. mungkin biar kelihatan jelas istilah bekennya pingin eksis. kamar kos nya sendiri tidaklah terlalu besar  bahkan jika sedang banyak pengunjung bisa membludak hingga keluar kamar tetapi esensinya bukan dari besar atau kecil nya kamar tapi dari bagaimana caranya kita saling berbagi tempat di dalam kamar kosan tersebut.

esensinya bukan dari besar atau kecil nya kamar tapi dari bagaimana caranya kita saling berbagi tempat di dalam kamar kosan tersebut”

kamar kosan iskan mulai menemukan kejayaannya pada awal-awal semester 3. karena banyak diantara kami yang memanfaatkannya sebagai sarana pembaharuan (menurut prof. mochtar kusumaatmadja – ahli ilmu hukum) , ya mulai dari tempat mengerjakan tugas (ajang copy paste lebih tepatnya), tidur siang (hobi saya), main game, ngomongin kenapa cewe cantik kok pacarannya ama cowo jelek  hingga masalah akut seperti krisis asmara. haha menyenangkan memang nongkronng di kamar kosan iskan, hingga ada lelucon “belum klop jika sehari ga ke kosan iskan” , ya itu lah kehidupan kami sebagai mahasiswa  yang tidak terlalu memikirkan terlalu serius akan hidup ini, bagi kami asalkan bisa tertawa bersama itu sudah cukup untuk melunturkan beban hidup yang kadang datang terlalu cepat.

jika kami nongkrong sampai larut malam kami belum pernah merasa kelaparan, karena di depan kosan iskan ada penjual nasgor yang harganya sip-sip porsinya wah, mang ade namanya.  saya sempat heran dengan mang ade ini setiap waktu dia nongkrong di depan kosan pagi hari dia berjualan bubur ayam dan lontong kari, malam harinya dia berjualan nasi goreng, sempat terbesit di pikiran saya dia adalah seorang preman penguasa di daerah tersebut karena tidak ada yg jualan bubur, lontong dan nasi goreng selain dia hahaha. soal kehidupan pribadinya jangan ditanya dia merupakan  guru SD yang keluar dari pekerjaannya dan meilih jalan hidup berbeda (saya tidak suka menyebut dengan kata-kata bekas, karena bagaimanapun guru tetaplah guru sampai kapanpun), kegigihannya dalam menjalani kehidupan patut di acungi 100 jempol hehe.. bagaimanapun juga saya belajar banyak dari kehidupan mang ade…

hingga saat ini kosan iskan masih merupakan lokalisasi favourit bagi kami, ya bukannya kami kurang sopan nongkrong setiap hari di situ, tapi karena keadaan lah yang memaksa kami (keadaan males pulang ke rumah), kami pun mengerti ada saatnya iskan membutuhkan privacy contohnya seperti mandi, kencing dan buang hajat kami tak pernah menghalang-halangi dia dalam soal tersebut haha. terlepas dari itu kosan dia memegang peranan penting dalam menunjang karir kami sebagai mahasiswa, khusunya bagi saya sendiri.. mungkin suatu hari ketika kami sudah wisuda dan berpencar kosan iskan lah yang akan selalu di ingat…  jadi , rek ka kosan iskan moal?

Komentar
  1. Iskandar Zulkarnain mengatakan:

    yeahh,,nice post,, Hahaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s