Sepanjang jalan kenangan.. yang macet

Posted: Oktober 2, 2011 in adventure, KLINIK CINTA

jalan

“Sepanjang jalan kenangan.. Kita slalu bergandeng tangan… Sepanjang jalan kenangan..Kau peluk diriku mesra Hujan yang rintik rintik Di awal bulan itu Menambah nikmatnya malam syahdu”.

                Kalimat diatas merupakan penggalan lirik lagu yang berjudul sepanjang jalan kenangan yang dinyanyikan oleh tetty kadi pada era 1960.. mungkin agak asing bagi kita mendengar namanya, lagu ini menurut ibu saya cukup melegenda istilahnya lagu sepanjang masa, terbayang dari jaman ibu saya kecil hingga sekarang lagu ini masih sering diperdengarkan dan dinyanyikan dalam beberapa kesempatan, dan kabar terbaru lagu tersebut dinyanyikan kembali oleh yuni shara.. well benar saja ketika saya mendengarkan lagu tersebut  saya serasa terbawa suasana yang ingin disampaikan pada setiap penggalan lirik lagunya..

                Berbicara mengenai jalan terutama di kota bandung, pastilah kalian sudah mengetahui kondisi jalanan di kota bandung 2011 ini. ya kemacetan kerap mendera dari pagi hari, siang, sore bahkan ketika malam hari pun bandung di landa kemacetan, bahkan tidak jarang di beberapa ruas utama kota bandung kemacetan sampai membuat stack alias tidak bisa bergerak sama sekali, salah satunya  seperti yang terjadi di ruas jalan perempatan antapani bandung yang jika kemacetan mencapai puncaknya kendaraan dari berbagai arah akan bertemu seperti hendak di adu. Polisi yang kadang menangani kemacetan disanapun ibarat matador yang sedang sekarat alias pasrah. terkadang jika saya pulang kuliah dan  ingin menghindari kemacetan saya harus  pulang  jam 8 malam, bukan apa-apa bagi saya kemacetan itu selain menghabiskan waktu ya juga mengakibatkan boros bahan bakar maklum motor saya 2 tak jadi dalam menggunakan bahan bakar perlu bijak dan sebisa mungkin memilih rute ter-singkat  hehe..  itu hari biasa bagaimana jika akhir pekan?, hmm tinggal kalikan 3 saja.. ruas jalan seperti pasopati, cihampelas, dago, dan kawasan gasibu menjadi langganan macet ketika akhir pekan, ya reputasi kota bandung sebagai kota wisata kuliner dan wisata belanja menjadikan bandung akhir-akhir ini semakin padat. Jumlah kendaraan yang semakin banyak tetapi tidak di dukung dengan penambahan ruas jalan baru menjadikan semakin semrawut saja.  Tentu saja hal ini bukan semata-mata tanggung jawab pemkot bandung saja tetapi peran serta masyarakat kota bandung sendiri juga lah turut andil, contoh saja dari hal kecil seperti mulai mengurangi menggunakan kendaraan pribadi dengan cara bersepeda ataupun menggunakan sarana transportasi umum. Kasihan tukang angkot, semenjak kridit motor di bikin murah dan mudah, orang-orang lebih memilih naik motor dibandingkan naik angkot. Contohnya saya dulu jaman smp hingga kelas 2 sma masih menggunakan angkot, lah adik saya sejak smp sudah menggunakan motor.. “gaya bener” guman ku. Ya itulah perkembangan jaman, dengan adanya kemudahan di satu sisi akan menimbulkan kesulitan di sisi lainnya.

                Mengenai jalan kota bandung ini, mendadak romantisme masa lalu pun muncul kembali..  ketika dulu masih menjemput atau mengantarkan pulang [mantan] kekasih saya pulang ke rumahnya di daerah bandung timur, Sepanjang perjalanan dari daerah bandung timur ke kampus di daerah dipati ukur bandung kerap kali berhadapan dengan kemacetan baik itu di pagi hari ketika saya menjemputnya maupun malam hari ketika saya mengantarkan dia pulang, lelah memang menghadapi kemacetan, ya apa boleh buat. Tapi saya menikmatinya.. karena sepanjang perjalanan itu kami bercanda dan mengobrol ala sepasang kekasih jalanan macet pun serasa kosong, kenangan tinggalah kenangan karena bagaimanapun juga momen-momen seperti itu merupakan bagian dari hidup saya meskipun kini sudah tidak saya rasakan kembali. “Walau diriku kini tlah berdua Dirimupun tiada berbeda Namun kenangan spanjang jalan itu Tak mungkin lepas dari ingatanku”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s